• Selamat Datang di Blog SMA MUHAMMADIYAH PADANG PANJANG

7 Kecerdasan

Ada tujuh kecerdasan dasar yang digagas oleh Howard Gardner yang biasa disebut Multiple Intelligences. Ketujuh kecerdasan itu adalah: Kecerdasan linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetis-jasmani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal.

Setiap anak bisa memiliki satu atau beberapa kecerdasan yang menonjol dan beberapa kecerdasan lain yang normal atau bahkan rendah. Berikut ini penjelasan untuk setiap jenis kecerdasan.

Kecerdasan Linguistik
Kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, fonologi (bunyi bahasa), semantik (makna bahasa), dimensi pragmatik (penggunaan praktis bahasa). Penggunaan bahasa mencakup aspek retorika (penggunaan bahasa untuk memengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan tertentu), mnemonik (penggunaan bahasa untuk mengingat informasi), eksplanasi (penggunaan bahasa untuk memberi informasi), dan metabahasa (penggunaan bahasa untuk membahas bahasa itu sendiri). Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh pendongeng orator, politisi, pembawa acara, pembicara publik, penceramah, sastrawan, wartawan, editor, penulis skenario, dan sebagainya.

Kecerdasan Matematis-logis
Kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap pola dan hubungan logis, pernyataan dan dalil (jika-maka, sebab-akibat) , fungsi logis dan abstraksi-abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matematis-logis antara lain: kategorisasi, klasifikasi, pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesis. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh ahli matematika, insinyur, pekerja keuangan, bankir, ahli statistik, ilmuwan, programmer, perencana, dan sebagainya.

Kecerdasan Spasial
Kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat da mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar-unsur tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan membayangkan, mempresentasikan ide secara visual atau spasial, dan mengorientasikan diri secara tepat dalam matriks spasial. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh arsitek, dekorator, seniman, inventor, desainer, pelukis, pematung, fotografer, sutradara film, dan sebagainya.
Kecerdasan Kinestetis-Jasmani
Keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan menggunakan tangan untuk mencitakan atau mengubah sesuatu. Kecerdasan ini meliputi kemampuan-kemampuan fisik yang spesifik, seperti koordinasi keseimbangan, ketrampilan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan maupun kemampuan menerima rangsangan dan hal-hal yang berkaitan dengan sentuhan. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh perajin, mekanik, dokter bedah, pematung, atlet, aktor, penari, dan sebagainya.

Kecerdasan Musikal
Kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal, dengan cara mempersepsi, membedakan, menggubah, dan mengekspresikan. Kecerdasan ini meliputi kepekaan para irama, pola titinada atau melodi, dan warna nada atau warna suara suatu lagu. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh: pemain musik, penyanyi, komposer, pembuat efek, penari, dan sebagainya.

Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada ekspresi wajah, suara, gerak-isyarat; kemampuan membedakan berbagai macam tanda interpersonal; dan kemampuan menanggapi secara efektif tanda tersebut dengan tindakan pragmatis tertentu. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh: politisi, marketer, pekerja sosial, psikolog, pewawancara, anak-gaul, dan sebagainya.

Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memahami diri yang akurat (kekuatan dan keterbatasan diri); kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, temperamen, dan keinginan, serta kemampuan berdisiplin diri, memahami dan menghargai diri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh penulis, spiritualis, psikolog, ilmuwan, dan sebagainya.

Oleh karena itu hasil tes IQ bukan berarti kartu mati, bila kita mendapatkan seorang anak hanya mendapat nilai di bawah rata-rata. Gali dan kenali kecerdasannya yang lain. Teori yg menarik dan membuat kita lebih hati-hati menilai anak-anak. Kita tak perlu lagi melabeli anak2 bodoh hanya karena tes IQ-nya rendah atau anak-anak dicap nakal di kelas. Padahal, kenakalan itu seringkali merupakan "pemberontakan" atas gaya belajar yang dipaksakan kepada mereka dan membuat anak tidak dapat berkembang sesuai gaya alami mereka.
thank's to: http://www.sdit-alfirdaus.sch.id

Dorong Pembelajaran Multimedia


Posted by romezu
Categories: technology,multimedia,education,portable

Solusi eBeam, Sun Tech Xclass. Dalam hal aplikasi teknologi di bidang pendidikan, Indonesia boleh dibilang masih agak ketinggalan dibanding negara-negara tetangga. Tak salah langkah jika Officetarindo Adhiprima memperkenalkan produk portable interactive board dan solusi untuk lab bahasa.

Digital whiteboard atau interactive board sudah biasa. Kali ini, Luidia-eBeam memperkenalkan eBeam Portable, sebuah solusi berupa perangkat portabel yang bisa menyulap whiteboard biasa menjadi papan presentasi digital yang interaktif. Produk teranyar Luidia ini bisa menunjang kegiatan belajar-mengajar atau bisnis.

Selain enteng di bawa kemana-mana, eBeam dapat dipasang di sembarang bidang datar seperti papan tulis atau dinding biasa. Perangkat berdesain bak bumerang dan berbasis kabel maupun nirkabel (Bluetooth) ini tersedia dalam 3 pilihan: eBeam Projection, eBeam whiteboard, dan eBeam Complete.

eBeam dapat mengubah whiteboard jadi display komputer interaktif, catatan, gambar, dokumen dapat dicetak, dikirim lewat e-mail, disunting, dibagi-bagi secara real-time via Intranet dengan mudahnya. Erik Hadi (Country Manager Indonesia Luida) menawarkan fleksibelitas, skalabilitas, portabilitas, versatilitas, dan usabilitas.

Offistarindo juga menawarkan Sun Tech XClass, sebuah solusi terkini untuk ruang kelas multimedia. Apabila diimplementasikan dengan perangkat pengendali dan audio pada PC dilaboratorium komputer, maka akan menambah fungsi ruangan menjadi labor bahasa. Suasana belajar menjadi lebih interaktif karena guru/tutor dapat me-remote, mengontrol, bahkan mengunci PC/laptop muridnya.

Dari sisi manajemen sekolah, hal ini tentu mengurangi biaya pembangunan ruangan karena lab komputer dapat menjelma menjadi lab bahasa. Offistarindo tidak mengkategorikan solusi Sun Tech ini sebagai e-Learning. Xclass mengkoneksikan siswa dan guru, bukan sekadar siswa dengan komputer atau dunia maya seperti dalam e-Learning.

Notebook Mungil


Posted by romezu
Categories: notebook,technology,mobile

Dunia sudah berubah. Ruangan yang semakin terbatas di kantor-kantor menyebabkan banyak PC digusur oleh notebook. Apalagi harga notebook – selama spesifikasinya tidak terlalu tinggi dan juga tergantung merek – saat ini tidak lagi semahal dulu. Dengan uang Rp. 4juta – 5juta pun kita sudah bisa memiliki sebuah notebook, tak heran peminat notebook  kian banyak. Dan bukan sekedar menaruh minat, tetapi benar-benar membeli dan mengunakannya dimana-dimana, termasuk di ruang kerja di kantor.
Sekarang sudah bisa kita lihat, banyak bermunculan notebook-notebook  varian baru yang lebih mungil – boleh disebut subnotebook, netbook, atau UMPC (ultra mobile PC). Walaupun awalnya dikembangkan untuk anak-anak sekolah, produk tersebut nyatanya diminati juga oleh orang dewasa. Ukurannya yang kecil, bobot yang kurang dari 1kg memang menyebabkan notebook-notebook  mungil tersebut enak dibawa-bawa ke mana saja. Dipelopori oleh Asus dengan produk Eee PC, kini sudah berderet merek notebook  mungil yang sudah ternama seperti HP, Dell, MSI dan juga Acer yang mimiliki layar 7”, 8”,9” atau 10”, di luar itu masih ada merek-merek lain seperti ECS dan Quantel dan dari sementara dari Indonesia hadir seperti merek Zyrex, Axioo dan sebagainya.
Notebook  mungil (netbook) yang digagas oleh Intel itu awalnya ditujukan untuk mengakomendasi kebutuhan anak-anak sekolah. Maka wujudnya pun dibuat “kekanak-kanakan” dengan ujung-ujung atau sendi yang agak membulat dan balutan warna pad casing-nya. Karena ditujukan pada anak-anak yang biasanya sembrono, casing-nya pun dibuat agar tidak mudah lecet, sementara bobotnya dikruangi dan ukuran layarnya dikecilkan.
Terlihat sikap konsumen yang masih bersikap mendua. Mereka menginginkan kelengkapan dalam notebook-nya tapi tidak bersedia mengorbankan bobot dan juga sudah pasti ukuran layar yang lega. Bisa saja dikatakan bahwa mereka komsumen (responden InfoKumputer) belum terlalu mengindam-idamkan sebuah notebook  mungil. Namun faktanya ketika Asus Eee PC diluncurkan di tanah air dalam sebuah pameran, peminatnya mengular panjang. Dan dalam sekejap, notebook  mungil itu – yang ketika itu dibandrol dengan harga khusus – ludes terjual. Bahkan banyak yang mengaku kecewa karena tidak kebagian. Mungkinkah ini efek kejutan? Bisa saja.
Memang baru kali itulah sebuah notebook – kendai pun mungil – yang dijual dengan harga di kisaran Rp 3juta. Yang jelas, komsumen ternyata akan casing yang berwarna, entah itu berkelir hijau segar baik daun, atau putih bersih, seperti milik Mac, atau genit memikat dengan warna pink. Warna hitam dan silver yang biasa mendominasi casing notebook menjadi kurang dipilih pada notebook  mungil.
Sumber:InfoKomputer

Untuk Masa Depan Bangsa

Posted by romezu
Categories: info, technology, e-book
Pentingnya penerapan teknologi untuk kemajuan bangsa. Bill Gates sebagai pendiri Microsoft sekaligus CEO ini berbicara tentang “teknologi yang menyentuh kehidupan masyarakat luas”, sementara Craig R. Barret, Chairman of the Board Intel Corp, menyakini “teknologi akan menghasilkan pendidikan yang lebih luas”. Yang patut disyukuri, pemerintah Indonesia juga menyadari hal itu dengan salah satunya menyusun e-book yang bisa di unduh secara bebas.

Dengan dibangunnya kombinasi Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) dan Palapa Ring yang akan menghubungkan ribuan sekolah di seluruh Indonesia.

Dengan kesadaran itu, semoga saja generasi mendatang akan lebih sigap dalam memanfaat teknologi demi kebangkitan bangsa.


Mempersiapkan Generasi Akrab Teknologi
Posted by romezu
Categories: technology,info,e-book
Pemerintah RI dan Intel sepakat membentuk aliansi strategis untuk mendorong proses belajar yang berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Aliansi ini diharapkan bisa mengatasi 4 masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menerapkan proses belajar berbasis TIK, yaitu kepemilikan perangkat komputasi yang terjangkau, meningkatkan kemampuan guru, memperluas akses Internet, dan menghadirkan isi atau konten yang relevan dalam proses belajar-mengajar.
Craig R. Barret, Chairman of the Board Intel Corp yang khusus datang ke Indonesia untuk meresmikan aliansi ini, mengungkapkan “Semakin lama saya berkeliling dunia, semakin saya percaya bahwa mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam proses pendidikan akan membuka kesempatan belajar yang baru dan menarik”.

Sebagai penghasil mikroprosesor terbesar di dunia, Intel berjanji akan mendorong semakin turunnya harga perangkat komputansi ke tingkat harga yang dijangkau banyak orang. Intel juga berkomitmen untuk menyumbang 4000 unit Classmate PC selama kurun waktu 4 tahun ke Pemerintah RI untuk disebar ke beberapa sekolah percontohan di seluruh Indonesia.

Pengunaan perangkat keras ini harus didukung guru yang ‘melek’ teknologi, karena itu Intel menargetkan pelatihan 10 guru pada tahun 2008 yang lalu. Dari sisi konten, pemerintah Indonesia saat ini dalam proses seleksi untuk buku pelajaran yang akan dibeli royaltinya. Nantinya,buku-buku bebas royalti ini tersedia dalam bentuk e-book yang bebas di unduh atau di-download oleh siapa saja. Pemerintah juga akan mengandeng software developer seperti Bamboomedia untuk menyediakan konten pelajaran berbasis digital.

Sumber:InfoKomputer